Translate

Kamis, 30 Juli 2015

Trip ke Kawah Ijen

TRIP KE KAWAH IJEN



Assalamualaikum Wr. Wb
     
     Hay Rek... Yaoopo kabaree? How are you? Semoga baik baik dan sehat selalu semuanya kawan.... :v.
Aku hari ini nulis blog pertamaku kawan, bahasa lainnya " first time writing blog..wkwk ". Kenalkan namaku Huda Ismahendra, Arek Sidoarjo. Aku masih SMA lo kakak-kakak, kelas 2 jurusan IPS SMAN 1 WARU.Tapi jangan ditanya kalau ngetrip, jauh pun dijabanin..wkwk.Blog pertamaku ini temanya explore explore tempat gitu kawan. First blogku aku akan cerita pengalamanku trip ke Kawah Ijen, Banyuwangi.

     Hari Jum'at, 10 Juli 2015 pas puasa-puasa, aku nge-trip ke Kawah Ijen, Banyuwangi. Sebenernya planning ke ijen udah direncanakan dari dahulu dan berangkatnya rencananya seminggu kemaren bareng2 temen kelas, tapi tahu kan biasanya kalau planning udah jauh jauh direncanain ujung ujungnya nggakjadi, kan tahiiii. Pagi itu aku dan salah satu seorang sahabatku bernama Yudha Ade,temenku sekelas memutuskan "AYO BUDAL AE WES", dan akhirnya kita berangkat. Dengan kondisi seadanya kita berangkat menggunakan sepeda motor Supra X 125 dan membawa uang saku hanya 400,000. Kami berangkat dengan alasan kerja kelompok nginap dirumah teman kepada ayah ibu. haha sebenernya bohong itu nggak boleh tapi mau gimana lagi, kalau jujur pasti nggak boleh secara kita belum punya SIM.Setelah dapat izin, kita berangkat dengan sepeda motor milik Yudha.

     Kami berangkat pukul 09:00 pagi. dengan berdoa dan mengucap bismillah kita berangkat menuju Kawah Ijen. Rute perjalanan yang kita lewati yaitu Sidoarjo-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Situbondo-Bondowoso.Ditengah-tengah perjalanan, ban sepeda motor bocor di daerah Probolinggo jam 11 siang. Setelah itu kami mencari tukang tambal ban, dan alhamdulilah ketemu. Kami pun beristirahat sambil menunggu abang tukang tambal ban menambal ban sepeda motor. Setelah 30 menit menunggu akhirnya selesai, dan kami pun langsung bergegas melanjutkan perjalanan sambil mencari masjid untuk melakukan sholat jum'at. Setelah sholat jum'at kamipun melanjutkan perjalanan ke kota Bondowoso.


Setelah sampai dikota Bondowoso, kita beristirahat di alun kota Bondowoso sekitar jam 15:30 sore. And then kita melanjutkan perjalan ke Kawah Ijen. Setelah dari Bondowoso kita melanjutkan perjalanan ke arah Wonosari. 

Sesampainya di daerah Wonosari, kita mencari pertigaan ke arah Kawah Ijen. Setelah melihat plang penunjuk jalan, kita belok ke arah Kawah Ijen. Disini pertamanya kita berpikiran udah deket, karena tinggal lurus aja ikuti jalan udah sampek, ehh perkiraan kita salah besar.... jalannya kurang 54 KM lagi, YaALLAHHHH. Tetapi sebagai seorang lelaki kita pantang menyerah. Kita melanjutkan perjalanan dengan semangat dan tekad dapat melihat "BLUE FIRE".  Lalu aku dan Yudha berhenti membeli bensin eceran karena bensin sepeda motor agak mengkhawatirkan ditambah lagi nggakmungkin kan ada pom bensin di pedesaan. kemuadian lanjuttt.

     Perjalanan kita lewati dengan tabah.ditambah lagi ada jalan yang rusak dan udara dingin menusuk kedalam tulang. kalian tahu kita ke Kawah Ijen dengan seadanya. Memakai kaos oblong dan jaket.. yaawohh dinginnya nggak ketulungan. Lalu kita sampai di kawasan kebun kopi. Disana terdapat pos lapor dan warung kopi. Kamipun memutuskan untuk berhenti.
Kawah Ijen masih jauhhh dari sini

 Setelah itu kamipun melanjutkan perjalanan. Kami sudah menempuh 3/4 perjalanan menuju Kawah Ijen dimulai dari Wonosari. Kurang 1/4 lagi kami dapat sampai di Pos Paltuding. Dengan cepatpun kita menuju ke Paltuding. Tangan serasa susah digerakkan karena hawa dingin. Setelah menempuh perjalanan kami pun sampai di Paltuding. Sebenernya kita kelewatan, lurus terus ke arah banyuwangi kota. Kita pikir Paltuding tadi seperti homestay ternyata tempat tesebut adalah tempat terakhir para traveler berhenti sebelum mendaki ke kawah ijen. Kemudian kita putar balik menuju Paltuding dan kami sampaiii pas jam menjelang maghrib.

     Kemudian kami memarkirkan sepeda motor di parkiran dan bersih bersih diri, seperti mencuci muka dan buang air kecil, nggakmungkin mandi soalnya airnya air essss..berrrr dingin banget. Setelah mengkunci sepeda motor kitapun segera mencari warung makan untuk segera berbuka puasa. Adzan Maghrib pun berkumandang di radio milik ibu ibu warung makan tersebut. Kamipun berbuka puasa dengan menu seadanya. Aku buka dengan Mie instan + nasi putih + teh hangat. Yudha berbuka dengan nasi Soto ayam + teh hangat. Kitapun makan ditemani dengan 3 orang bule yang friendly menurutku. Sesudah makan kita mencari musholla untuk sholat maghrib dan sholat isya'. Setelah itu kita keluar berbincang- bincang membicarakan semuanya. Jam menunjukkan jam 8 padahal pos pendakian ke kawah Ijen dibuka jam 01:00 malam. Hawa dingin merasuk ke dalam tubuh jombloo. Ya kita akui kita adalah manusia-manusia jomblo yang dirahmati Allah...wkwk. Akhirnya kita memustuskan untuk ngopi di warung makan tadi lagi. Kita memesan kopi panas, sambil modus mau ngangetin tubuh di tungku api tradisional. Di warung tersebut banyak para penambang belerang, mereka juga tidur di warung tersebut. setelah kopinya jadi, kita minum sambil memikirkan "kita tidur ndek mana????". Kita pun mempunyai ide untuk tidur di warung kopi tersebut. Kami pun minum kopi berlama lama dengan tujuan agar dapat tidur di warung tersebut dan akhirnya sang pemiliknya pun mengizinkan kami untuk tidur di dalam warung tersebut. Alasan kami tidur di warung tersebut karena kami nggak mau mati kedinginan tidur di luar. 

Merencanakan modus
wuzz indomie kesukaan Raynald
     Tips jika mau ke Kawah Ijen, teman-teman harus bawa perlengkapan seperti jaket, kaos kaki, sepatu, sarung tangan, dll agar nggak kedinginan. Setelah itu kamipun tidur. Kami mencoba untuk memejamkan mata tetapi ahh itu percuma saja.. hawa dingin terus saja membuat kami tidak bisa tidur. Jam terus bergerak, ditengah malam saya memutuskan untuk membeli mie rebus di warung tersebut dan kami memakannya. Kamipun juga menghangatkan badan di tungku tradisional di warung tersebut.
ahhh hangatnya....

     Jam menunjukan pukul 00:35 malam. Kami bersiap- siap untuk melakukan pendakian ke Kawah Ijen. Saat kami membuka pintu warung untuk keluar, banyak para turis turis berkumpul di lapangan. Para turis lokal juga berdatangan. Jujur kemaren sore aku sempat berfikiran kalau hanya kita saja yang akan melakukan pendakian ke Kawah Ijen dikarenakan waktu kita berkunjung ke Kawah Ijen bertepatan dekat dengan Hari Raya Idul Fitri. Kita kira orang orang udah pada mudik ke kampung hehe, eh ternyata banyak juga yang akan melakukan pendakian ke Kawah Ijen. Sebelum kita melakukan pendakian, kita membeli tiket ke loket seharga Rp 5.000,00. Setelah itu kita menuju pos pertama yang dibuka sekitar jam 1. Tepat pada pukul jam 1 malam aku dan Yudha melakukan pendakian ke Kawah Ijen.

3 KM pendakian ke Kawah Ijen
     Setelah melewati pos pertama, kami mulai melakukan pendakian. Jalan pendakian memang mulus tetapi nanjaknya nggak main- main. Aku baru mendaki sejauh 1/4 nya udah ngos-ngosan, ditambah lagi asap belerang dari Kawah Ijen yang bikin mata perih dan susah nafas. Pendakian kita lalui sangat lama dan aku rasa sangat jauh. Banyak para turis berhenti sejenak untuk beristirahat. Bayangkan kita mendaki berbekal seadanya, hanya Pocari sweet 1/2 liter dan masker saja. Yudha mendaki hanya menggunakan sandal jepit, betapa bahayanya bukan?. Perjalanan kami lalui dengan pelan pelan. Kondisi jalan yang sangat gelap ditambah lagi terdapat jalan yg berada di tepi jurang mengharuskan kami untuk berhati-hati.Setelah 2 jam kami mendaki akhirnya kami sampai di bibir Kawah Ijen. Kondisi Kawah Ijen pada malam tersebut tidak terlihat sama sekali, hanya ada cahaya biru di bawah. Cahaya tersebut adalah "BLUE FIRE". Di dunia hanya terdapat 2 peristiwa blue fire yang salah satunya ya di Indonesia tercinta ini.
maaf "Blue Fire"nya difoto pake kamera hape mangkanya nggak jelas wkwk.
     Setelah sampai di bibir kawah, kita melanjutkan perjalanan ke kawah dengan menuruni batuan terjal agar dapat melihat peristiwa blue fire dengan dekat. Batuan yang kami turuni pun sangat terjal, tajam, jalannya sempit, dan licin apalagi banyak para penambang belerang lalu lalang. Jadi jika kawan kawan yang akan ngetrip ke kawah Ijen, kita saranin hati hati ya... Setelah kita berada di bagian bawah dekat dengan kawahnya kita bisa dapat melihat blue fire. Buat kawan kawan yang butuh guide disana jangan kuwatir ya, tak ada guide penambang belerang pun jadi. Mereka disana dapat disewa menjadi pemandu wisata. Tentunya tidak cuma-cuma ya kawan. Mereka pun disana juga mahir berbahasa inggris lo. Banyak para turis asing yang menyewa jasa penambang belerang untuk dijadikan guide. Di bagian bawah dekat kawah juga banyak turis yang turun demi untuk melihat blue fire. Para penambang pun juga memanfaatkannya untuk berjualan belerang murni kepada pengunjung. Jam menunjukkan jam 04:30, kami pun bergegas naik untuk melihat sunrice. Sesampainya diatas lagi, kita menunggu di atas batu untuk melihat sunrice. Overthere, Yudha juga membeli souvenir belerang yang dibentuk seharga Rp 15,000 lo. Denngan harga tersebut Yudha mendapat 3 buah souvenir belerang. Kata pak penambang tersebut, souvenir tersebut dapat digunakan untuk hiasan maupun sabun cuci muka. Katanya pak penambang belerang tersebut juga dapat membantu mengobati kulit yang berjerawat.
Penambang belerang
Belerang
Yudha dan belerang miliknya

     Waktu menunjukkan pukul jam 05:30. Sayangnya kita tidak dapat melihat sunrice karena tertutup oleh awan teman-teman. Agak kecewa sih tapi kita udah puas kok lihat blue firenya hehe. Pagi di pinggir Kawah Ijen sangat dingin kawan. Tapi anehnya para turis asing kok kelihatan nggak kedinginan ya? mungkin mereka sudah terbiasa dengan suhu di negara mereka, mangkanya mereka berlibur ke indonesia karena pengen ngerasaiin summer hehe.Orang indonesia aja kalau dingin kedinginan, kalau panas kepanasan wkwk.
Pada pagi hari itu juga di atas ketinggian 2443 mdpl kita memutuskan untuk mengenangnya dan mengabadikannya dalam bentuk foto.

Para penambang belerang
bulenya kedinginan juga
shubahanaallah
kalau pingin lihat sunrice mending naik keatas sana

Gunung Ijen
Ada yang kurang kalau tidak selfie
Aku dan jerawatku
Indonesia
Yudha
     Setelah berfoto-foto kita memutuskan untuk turun kembali ke parkiran. Kita berjalan lagi melewati jalan yang semalam tadi kita daki. Kita tak menyadari bahwa jalan yang kita daki semalam tadi berada di tepi jurang. Nggak kebayang kalau sampai jatuh ke jurang, kan nggak enak kalau diberitakan "Sepasang Jomblo Tewas Terjatuh Ke Dalam Jurang Kenangan" wkwk. Saat kami turun pun juga sangat jauh, nggak sampai-sampai ditambah lagi jalannya yang licin sampai-sampai Yudha dan aku jatuh tersungkur karena pasirnya yang licin. Disana juga banyak bule yang yang terjatuh juga karena pasirnya. Sesampainya di parkiran, aku dan Yudha beristirahat dulu. Rasanya kaki ini jadi berotot saja. Setelah beristirahat kita membersihkan diri dulu baru lanjut perjalanan pulang ke rumah tercinta di Sidoarjo.

     Jalur yang kita lewati untuk pulang bertambah jauh lagi karena kita memutuskan untuk lewat kota Banyuwangi saja dan tidak lewat jalan yang kita lalui menuju Kawah Ijen kemaren. Alasan kita nggak lewat jalan kemaren adalah bosennnnnnnn. Setelah menempuh puluhan kilometer akhirnya kita sampai di tempat wisata "Watu Dodol" pada pukul 09:00 pagi. Disana kami memutuskan untuk sarapan pagi. Alasan kami tidak puasa karena kita sangat capekkk mendaki dan menuruni Kawah Ijen. Di tempat wisata Watu Dodol tersebut kita sarapan pagi dengan menu soto ayam+es teh. Sambil makan kita juga dapat melihat pemandangan pulau Bali. Watu Dodol adalah Batu besar yang berada di tengah jalan pantura Banyuwangi. Konon katanya batu tersebut tidak bisa dihancurkan dengan alat berat.Setelah makan kita melanjutkan lagi perjalanan ke Sidoarjo. Setelah makan muncul masalah baru yaitu aku dan Yudha merasa mengantuk. Agar kita dapat selamat sampai tujuan, kita memutuskan untuk berhenti ketika merasa capek. Dengan berhati-hati akhirnya kita sampai juga di Sidoarjo pukul 16:00 sore. ALHAMDULILAH.

     Sedikit tips untuk kawan - kawan yang akan ngetrip, sebaiknya di rencakan dan difikirkan matang-matang agar tidak menyesal saat melakukan perjalanan, oke?? sipp. Sekian kawan cerita tentang pengalaman saya dan teman saya ngetrip ke Kawah Ijen. Apabila ada kata2 yang tidak berkenan mohon dimaafkan. Tunggu postku berikutnya ya.. makasih sudah membaca.

Wassalamualaikum Wr.Wb.